Iklan

Sejarah 2 Mei Diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional, Ini Tokoh Dibaliknya

Muhammad Miko Prayoga
Selasa, 02 Mei 2023, 21.33 WIB Last Updated 2023-11-21T14:59:50Z


Pikiran Publik - Setiap tanggal 2 Mei diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional aatau yang sering disingkat Hardiknas.


Tahun ini, Hari Pendidikan Nasional jatuh pada Selasa (2/5/2023). Peringatan Hardiknas ini tak lepas dari perjuangan sosok penting bagi pendidikan di Indonesia yaitu Ki Hadjar Dewantara.


Hardiknas yang diperingati setiap 2 Mei ditetapkan oleh pemerintah sebagai hari nasional untuk memperingati kelahiran Ki Hadjar Dewantara.


Bapak Pendidikan Nasional itulah gelar yang diberikan kepada Ki Hajar Dewantara, seorang tokoh pendidikan, sastrawan, dan pejuang kemerdekaan Indonesia. 


Gelar itu diberikan pemerintah karena jasa-jasa Ki Hajar Dewantara dalam memajukan pendidikan di Tanah Air. 


Peringatan Hari Pendidikan Nasional ditetapkan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1950 dengan mengeluarkan dekrit. 


Saat Presiden Soekarno menandatangani Dekrit Presiden No. 724 Tahun 1950 yang menetapkan 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional. 


Adapun tujuan peringatan ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan sebagai kunci dalam memajukan bangsa dan negara.


Setiap tahunnya, Hari Pendidikan Nasional memiliki tema yang berbeda-beda dan dipilih oleh pemerintah. 


Laman Kemendikbuddikti, Selasa (2/5/2023) untuk tema Hardiknas 2023 adalah “Bergerak Bersama Semarakan Merdeka Belajar”. 


Selain itu juga, bulan ini juga dicanangkan oleh pemerintah sebagai bulan Merdeka Belajar yang bertujuan memajukan pendidikan di Indonesia.


Sejarah Hari Pendidikan Nasional 


Ki Hadjar Dewantara lahir pada 2 Mei 1889 dan wafat pada 26 April 1959. Dia merupakan pahlawan nasional yang dijuluki sebagai Bapak Pendidikan Nasional .


Ki Hadjar Dewantara juga dikenal karena berani menentang kebijakan pendidikan pemerintah Hindia Belanda.


Zaman penjajahan itu, Belanda hanya memperbolehkan anak-anak kelahiran Belanda atau orang kaya yang mengenyam bangku pendidikan.


Kritika terhadap kebijakan pemerintah kolonial menyebabkan Ki Hadjar Dewantara diasingkan ke Belanda.


Aetelah kembali ke Indonesia dari pengasingan, Ki Hadjar Dewantara kemudian mendirikan sebuah lembaga pendidikan bernama Taman Siswa.


Usai perang kemerdekaan, Ki Hadjar Dewantara diangkat sebagai Menteri Pendidikan. Filosofinya, Tut Wuri Handayani digunakan sebagai semboyan dalam dunia pendidikan Indonesia.

Profil Ki Hadjar Dewantara


Ki Hadjar Dewantara memiliki nama asli R.M. Suwardi Suryaningrat. Dia ahir dari keluarga terpandang atau ningrat di Yogyakarta.


Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, dia mengenyam pendidikan di STOVIA, namun tidak  menyelesaikan pendidikannya karena sakit.


Akhirnya, KI Hadjar Dewantara  bekerja menjadi seorang wartawan di beberapa surat kabar, seperti De Express, Utusan Hindia, dan Kaum Muda.


Karena menentang kolonialisme, Ki Hadjar diasingkan ke Belanda bersama dua rekannya, Ernest Douwes Dekker dan Tjipto Mangoenkoesoemo. 


Ketiga tokoh ini kemudian dikenal sebagai “Tiga Serangkai” yang merupakan para pejuang kemerdekaan. 


Arti Tiga Semboyan Ki Hadjar Dewantara Ki Hadjar Dewantara memiliki semboyan dalam bahasa Jawa berbunyi ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani.


Arti dari semboyan tersebut adalah: Ing Ngarsa Sung Tulada (di depan, seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh tindakan yang baik).


Lalu, Ing Madya Mangun Karsa (di tengah atau di antara murid, guru harus menciptakan prakarsa dan ide), dan Tut Wuri Handayani (dari belakang seorang guru harus bisa memberikan arahan).


Hingga saat ini, semboyan pendidikan Ki Hadjar Dewantara tersebut sangat dikenal di kalangan pendidikan Indonesia dan terus digunakan dalam dunia pendidikan rakyat Indonesia.



Penulis : Muhammad Miko Prayoga
Komentar

Tampilkan

  • Sejarah 2 Mei Diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional, Ini Tokoh Dibaliknya
  • 0

Terkini

Topik Populer